Sumber foto : Google
Penggunaan sampah plastik di Indonesia merupakan sumber utama pemupukan bobot sampah, terlebih plastik diuraikan dalam waktu 1 millenium atau sekitar 1000 tahun. Plastik terbuat dari zat-zat petrokimia. Zat-zat kimia ini tidak layak kembali ke ekologi di sekitar kita. Zat-zat kimia ini beracun bagi manusia, kita mengetahuinya ketika mencium plastik terbakar. Pada akhirnya, plastik yang berceceran, dibakar, atau dibuang terurai menjadi zat-zat kimia beracunLambat laun, zat-zat kimia ini larut ke tanah, air, dan udara yang kemudian diserap oleh tumbuhan dan hewan. Pada akhirnya zat-zat itu akan mencapai kita, menyebabkan cacar lahir, ketidakseimbangan hormon, dan kanker. Tempat pembuangan yang canggih sekalipun bukan solusi. Baik dalam sepuluh, maupun seratus tahun, zat-zat kimia ini akan meresap ke dalam biosfer, berdampak pada lingkungan kita. Jika kalian suka memusnahkan sampah plastik dengan cara dibakar juga dapat memperburuk kesehatan. Nah, selayaknya kita terapkan dalam memilah sampah plastik dengan membuat Ecobrick.
Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat.Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik. Material ramah lingkungan tersebut dibuat dengan memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas serta menggunakan tongkat kecil untuk memadatkan sampah plastik ke botol tersebut.Penemu ecobrick adalah Russell Maier yang berasal dari Canada. Ecobrick dirancang untuk digunakan berulang kali. Maka, saat kita membuat ecobrick, bayangkan penggunaan berikutnya. Saat kita membangun dengan ecobrick, bayangkan juga nasibnya di kemudian hari. Untuk itu, ecobrick memiliki siklus yang berkesinambungan.
Ecobrick dapat di manfaatkan untuk pembuatan meja, kursi, tembok, maupun barang kesenian lainnya yang bahkan memiliki nilai jual.
Sumber : Google
Cara pembuatan Ecobrick sangatlah mudah, yaitu dengan menyiapkan media botol plastik bekas. Botol plastik tersebut kemudian dipotong menjadi dua lalu diisi dengan sampah-sampah plastik hingga padat. Setelah botol plastik tersebut benar-benar terisi dengan padat, cukup kita tempelkan dengan lem agar sampah plastik dalam botol tidak berhamburan. Satu botol plastik berukuran 600 mililiter dapat diisi dengan 250 gram sampah plastik atau setara 2500 bungkus makanan dalam kemasan plastik. Ecobrick juga dapat dibuat di sekolah lohh ini caranya. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan ecobrick di sekolah, yakni:
1. Isi botol-botol hanya dengan benda-benda yang tidak dapat terurai secara biologis, segala jenis plastik, busa, pembungkus, dan selofan.
2. Tidak memasukkan kertas, kaca/beling, dan logam tajam.
3. Gunakan tongkat bambu untuk mengisi botol dengan sebanyak mungkin benda-benda yang tidak dapat diurai secara biologis.
4. Gunakan lembaran selofan lunak untuk mengisi sudut-sudut dasar botol dan kantung-kantung udara.
5. Gunakan lembaran selofan berwarna untuk memberi warna bagian bawah brick.
6. Gunakan merek-merek botol tertentu untuk sekolah Anda. Hal ini akan mempermudah pembuatan ecobrick.
7. Botol-botol kecil juga dapat digunakan, pilih botol yang paling banyak tersedia di lingkungan sekolah.
Sumber : google
Nah, jika kalian para pecinta alam atau kalian suka hiking ecobrick ini sangat efektif digunakan untuk mengurangi sampah plastik bekas makanan yang kalian makan seperti mie instant, kopi kemasan sachet maupun kantong sampah plastik akan terbungkus rapi hanya pada satu botol air mineral saja. Maka dari itu, lingkungan sekita kita akan tetap terjaga dan tidak ada sampah plastik di lingkungan.
Jika kita membuat ecobrick dimana pun dan kapan pun kita akan membantu mengurangi limbah plastik yang susah terurai.
Referensi :
https://www.google.co.id/amp/s/gopalavalentarafhuns.wordpress.com/2017/03/16/ecobrick-karya-artistik-dari-limbah-plastik/amp/
http://radarpekalongan.co.id/8598/ecobrick-bikin-dunia-lebih-cantik/amp/
http://www.tintapendidikanindonesia.com/2017/04/pembuatan-ecobrick-di-lingkungan-sekolah.html?m=1



Tidak ada komentar:
Posting Komentar